RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)

Selasa, 04 Juli 2017

Ujian dan Kesabaran

Assalamu'alaikum.

Allah SWT berfirman:

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى  رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ  
wa ayyuuba iz naadaa robbahuuu annii massaniyadh-dhurru wa anta ar-hamur-roohimiin
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)

Allah SWT berfirman:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ
fastajabnaa lahuu fa kasyafnaa maa bihii min dhurriw wa aatainaahu ahlahuu  wa mislahum ma'ahum rohmatam min 'indinaa wa zikroo lil-'aabidiin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)

Saya coba baca tafsir nya..
Mari kita simak bersama sama...

Nabi Ayyub berasal dari Rum. Istri beliau bernama Layaa, ada juga yang menyebut dengan Rahmah, berasal dari keturunan Nabi Ya’qub. 
Dulunya Nabi Ayyub terkenal sangat kaya dengan harta yang berlimpah ruah, contohnya saja sapi, unta, kambing, kuda dan keledai dalam hal jumlah tak ada yang bisa menyainginya.

Allah juga memberikan kepada beliau karunia berupa keluarga dan anak laki-laki dan perempuan. Ayyub sangat terkenal sebagai orang yang baik, bertakwa, dan menyayangi orang miskin. Beliau juga biasa memberi makan orang miskin, menyantuni janda, anak yatim, kaum dhuafa dan ibnu sabil (orang yang terputus perjalanan). Beliau adalah orang yang rajin bersyukur atas nikmat Allah dengan menunaikan hak Allah.

Setelah itu Nabi Ayyub diuji penyakit yang menimpa badannya, juga mengalami musibah yang menimpa harta dan anaknya, semua pada sirna. Ia pun terkena penyakit kulit, yaitu judzam (kusta atau lepra). Yang selamat pada dirinya hanyalah hati dan lisan yang beliau gunakan untuk banyak berdzikir pada Allah sehingga dirinya terus terjaga. Semua orang ketika itu menjauh dari Nabi Ayyub hingga ia mengasingkan diri di suatu tempat. Hanya istrinya sajalah yang mau menemani Ayyub atas perintahnya. Sampai istrinya pun merasa lelah hingga mempekerjakan orang lain untuk  mengurus suaminya.

Dalam satu riwayat sakit beliau ini dialami nya selama 18th.
Ada juga yang m3ngatakan sakit nya ini selama 7tahun 7bulan 7hari.
Hanya istri Nabi Ayyub yang bernama Rahmah yang mengurus Nabi Ayyub ‘alaihis salam. Saat mengurus dan membawa bekal pada beliau, istrinya sampai pernah bertanya kepada Nabi Ayyub yang sudah menderita sakit sangat lama, “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar.”

Nabi Ayyub menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun.” Istrinya pun semakin cemas. Akhirnya karena tak sanggup lagi, istrinya mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya sampai memberi makan padanya
Lihatlah bagaimana kesabaran beliau, musibah beliau padahal telah berat namun beliau masih menganggapnya belum seberapa. Jika masa sehat beliau sama dengan sakitnya, itulah baru berat. Luar biasa.

Sungguh kisah yang luar biasa bagi mereka yang sedang di uji dengan sakit.
Kisah penuh hikmah dan pembelajaran bagi siapa saja yang sedang sakit
Apakah ia sakit medis maupun non medis..
Sabar adalah obat pertama yang sangat mujarab bagi penderita sakit..
Agar bisa bersabar maka ingat lah kenikmatan yang telah allah berikan kepada kita
Sifat yang beliau ajarkan adalah kesabaran..
Dan memang kita sebagai seorang muslim diperintahkan memiliki sifat sabar.

Mulai dari para Rasul ‘ulul ‘azmi diperintahkan bersabar,

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ

"Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang bersabar)." (QS. Al-Ahqaf:35)

Lihat juga ketika Nabi Yunus ‘alaihis salam mendapatkan ujian juga diperintahkan bersabar,

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَى وَهُوَ مَكْظُومٌ

"Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetaan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada salam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya)." (QS. Al-Qalam:48)

Lihat lah mereka para nabi, hamba Allah yang dimuliakan mereka saja mau bersabar..
Dan kita harus ingat bahwa setelah kesabaran akan ada pertolongan Allah.

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ  وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ
washbir wa maa shobruka illaa billaahi wa laa tahzan 'alaihim wa laa taku fii dhoiqim mimmaa yamkuruun

"Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 127)

Bahkan siapa yang telah bersabar maka dia telah ditolong oleh Allah.
Ingatlah akan pahala bagi orang yang bersabar,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang diciptakan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar:10)

Mari kita hitung sudah berapa lama kita sakit..
Dan mari kita hitung juga berapa banyak dan berapa lama  kenikmatan yang allah berikan..
Bersabarlah diatas kesabaran..

Sakit kita tidak separah sakit nya nabi ayub ..
Di akhir saya sampaikan sebuah hadist yang sangat indah..

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

"Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada masa depan), sedih (akan masa lalu), kesusahan hati (berduka cita) atau sesuatu yang menyakiti sampai pada duri yang menusuknya, itu semua akan menghapuskan dosa-dosanya." (HR. Bukhari)
Kelak kita akan bersyukur  dengan ujian ini ketika kita tahu bahwa banyak dosa kita yang terhapus dengan wasilah saki yang kita alami..
Allahu'alam..

Wasalamualaiykum
By Ustad Azzam Rehab Hati



=============
Note
=============

Insya Allah, kajian ini sangat menyentuh qolbu. Renungkanlah, seberapa sering kita mengeluh atas setiap kesulitan yang dihadapi, dibanding bersyukur atas apa yang telah Allah karuniakan kepada diri dan keluarga.. :)

0 komentar:

Posting Komentar

☺Terima kasih atas komentar kalian. Aku akan segera berkunjung balik deh..hehe..☺♥

Popular Posts

DwieLovasket. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright 2009 .:dwi lovasket:. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Ezwpthemes